Berikut bahan-bahan herbal yang dapat digunakan untuk menurunkan berat badan :
Kemuning (Murraya paniculata)
Cara pemanfaatan kemuning untuk menurunkan berat badan juga mudah. Caranya. senggenggam penuh daun kemuning dotambahkan ke senggenggam penuh daun mengkudu dan 1/2 jari kelingking temu giring. Bahan-bahan tersebut ditumbuk halus sambil ditambahkan satu cangkir air, kemudian diperas. Minum air perasan tadi pagi-pagi sebelum makan.
Mengkudu (Morinda citrifolia)
Kalau Anda tak suka ramuan kemuning tadi, jangan takut. masih ada alternatif lainnya, yakni buah mengkudu. bagaimana cara menjadikan mengkudu sebagai ramuan pelangsing? Pertama, ambil dua buah mengkudu yang sudah masak, lalu cuci sampai bersih. kemudian, parut buah mengkudu tadi, lalu peras dan saring. Setelah selesai, minum ramuan tadi dua kali sehari.
Buah Nanas
Buah yang rasanya segar ini diam-diam berkhasiat juga untuk meluruhkan timbunan lemak berlebihan di badan. Resep penggunaannya, kupas buah nanas yang telah masak dan besarnya lumayan, kemudian cuci dan parut sampai habis. Setelah itu, peras dan saring air perasannya diminum dua kali sehari.
Buah Delima
Buah eksotis ini dfiyakini bersifat sebagai astringent karena mempunyai zat samak. Zat samak diketahui mengendapkan protein yang terdapat dalam mukus yang melap[isi bagian dalam usus. Dengan demikian, penyerapan makanan di usus menjadi terhambat, pemakannya pun tidak menjadi gemuk. cara memanfaatkannya< siapkan dua buah delima yang masih muda. Cuci dan tumbuk sampai halus. Setlah itu, remas dengan air masak, tambahkan garam sedikit, lalu peras dan saring. Setelah selesai, minun hasil perasan tadi 1-2 kali sehari.
Selamat mencoba !!!!!!!!!!
Selasa, 06 Desember 2011
Resep Menurunkan Berat Badan dengan Herbal
Diposting oleh
Vennytry
di
00.38
0
komentar
Lidah Buaya
Klasifikasi Lidah Buaya :
Lidah buaya disebut Aloe vera L. atau A barbadensis Mill., Aloe vulgaris Lamk. Termasuk kedalam famili tumbuhan Liliaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah, seperti letah buaya (Sunda) atau ilat buaya (Jawa).
Sifat Kimiawi :
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : aloin, barbaloin, isobarloin, aloe-emodin, aloenin, dan aloesin.
Efek Farmakologis :
Dalam farmakologis Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat rasa pahit dan dingin. Berfiungsi sebagai antiradang, pencahar (laxative), dan parastisida. Herba ini masuk meridian hati dan pankreas sehingga memperbaiki pankreas.
Bagian Tanaman yang Digunakan :
- Daun
- Bunga
- Akar
- Pemakaian segar
by. Venny Try Aminatubillah
Diposting oleh
Vennytry
di
00.16
0
komentar
Minggu, 04 Desember 2011
Kacida Endahna Lembur Kuring
Panon poe isuk-isuk nyaangan alam
Alam anu endah tur asri
Sora manuk disarada kacida waasna
Saha bae anu nyaksian meunang katentreman
Hate saha anu teu bungah ?
Hate saha anu teu waas ?
Ningal pamandangan nu kacida legana
Loba tatangkalan nu harirup
Lembur kuring
Lembur nu di anti-anti
Dimana bae kuring aya
Inget bae kana lembur kuring
Lembur kuring nu endah
Lembur kuring nu asri
Kabagjaan kanggo saluruh jalma
Jadikeun lembur kuring sorga anu suci
Diposting oleh
Vennytry
di
23.29
0
komentar
Rabu, 30 November 2011
CERITA PENGALAMAN
Di suatu malam yang teramat sunyi dan sepi. Aku tidur terlelap dalam buaian bantal dan selimut. Dalam tidur aku bermimpi, saat itu aku tak tahu ada dimana. Semuanya gelap namun sesaat kemudian terang benderang. Ternyata dalam mimpiku itu aku berada d sebuah taman di sekolah. Aku berpakaian seragam seperti yang akan belajar di sekolah seperti biasa. Namun anehnya ketika itu aku berada di pintu gerbang keluar. Dan kelasku sudah mulai pelajaran, serta sedang diadakannya ulangan bahasa Indonesia. Padahal aku tidak tahu bahwa akan ada ulangan. Terpaksa aku loncat melalui pagar untuk pulang. Tapi setelah loncat aku berada di kelas sedang mengerjakan soal ulangan tersebut. Aneh ya ? hmmm namanya juga mimpi.
Setelah itu aku terbangun, ternyata hari masih pagi. Matahari pun belum menampakkan sinarnya. Hatiku begitu tenang setelah menyadari bahwa yang tadi terjadi adalah sebuah mimpi dalam tidurku semalam. Akhirnya, aku langsung bersiap-siap untuk mempersiapkan diri pergi ke sekolah.
Kalian tahu tidak ? Ternyata eh ternyata sampai aku di sekolah waktu jam ke 3 dan 4 aku ulangan bahasa Indonesia tanpa pemberitahuan sebelumnya. Mimpiku jadi kenyataan. Alhamdulillah aku bisa menyelasaikan semuanya dan nilainya pun cukup bagus meski belum mencapai sempurna. Tandanya aku harus lebih giat lagi belajar. SMA 1 Majalengka aduuuhh susah banget dapat nilai 100.
Diposting oleh
Vennytry
di
20.42
0
komentar
Label: d
Rabu, 28 September 2011
Artikel:
Anak Belajar, Orang tua Belajar , akhirnya Masyarakat juga Belajar
Anak Belajar, Orang tua Belajar , akhirnya Masyarakat juga Belajar
| Judul: Anak Belajar, Orang tua Belajar , Akhirnya Masyarakat juga Belajar Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan bagian SEKOLAH / SCHOOLS. Nama & E-mail (Penulis): Octavia Wury Saya Guru di Sekolah Murah Pondok Anak Pertiwi Topik: Belajar untuk semua Tanggal: 13 April 2008 Sekarang ini Sekolah identik dengan sebuah gedung mewah yang tertutup oleh tembok - tembok beton yang tinggi dan MAHAL.. Sebuah momok yang menakutkan bagi para orang tua yang kurang mampu yang ingin menyekolahkan anaknya di tempat yang memiliki kualitas yang nomer satu... Melihat anak - anak pemulung dan pengemis dipinggiran jalan kota jakarta membuat saya berpikir,Pendidikan berkualitas saat ini begitu menakutkan untuk mereka yang hanya mengandalkan gelas - gelas plastik... Karena alasan itulah kuputuskan untuk lepas dari semua rutinitasku sebagai seorang guru disebuah sekolah yang cukup ternama dan mengabdikan seluruh ilmu yang kumiliki untuk sebuah Pondok di wilayah Gandul,Cinere yang menampung anak - anak kaum marjinal. Pemiliknya adalah seorang Ibu,yang telah mengabdikan dirinya untuk anak -anak selama 23 tahun,dia bukan dari keluarga kaya, dia hanya memiliki semangat yang akhirnya ia wujudkan lewat sekolah ini. Ditempat ini kami mendidik anak tidak hanya kemampuan akademis tapi juga karakternya..Kami membiasakan mereka untuk selalu mengatakan "Aku BISA,Aku PINTAR" karena buat kami kecerdasan dalam akademis bisa dicapai dengan maksimal saat anak betul-betul menikmati PROSES dalam belajar mereka. Dan terbukti walaupun sekolah kami hanya sebuah pondok kecil, semangat belajar yang mereka miliki SANGAT BESAR..... |
Diposting oleh
Vennytry
di
20.33
0
komentar
Artikel:
Memahami Pelaku Deliquency
Memahami Pelaku Deliquency
| Judul: Memahami Pelaku Deliquency Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum bagian INTERNET. Nama & E-mail (Penulis): Khumaidi Tohar, S.Pd Saya Guru di Jakarta Topik: Memahami Pelaku Deliquency dan Resosialisasinya Tanggal: 20 Oktober 2007 Pendahuluan Media masa banyak menyebutkan atau memberitakan perbuatan-perbuatan yang banyak membuat kita menarik napas dalam-dalam, pelecehan seksual (bahkan pemerkosaan) terhadap balita, konsumsi Narkoba atau perbuatan kekerasan lain yang berorientasi kriminal yang banyak dilakukan remaja belasan tahun. Para remaja pada masa-masa kini telah melakukan tindakan-tindakan yang bagi kaum dewasa tindakan tersebut dianggap sebagai perbuatan kriminal. Perbuatan kekerasan ini dikategorikan sebagai deliquency (delinkuen, Ind.) yang didefinisikan oleh Prof. Fuad Hasan sebagai perbuatan asosial yang dilakukan oleh anak remaja yang apabila perbuatan tersebut dilakukan oleh orang dewasa, perbuatan tersebut disebut sebagai tindak kejahatan. May dalam bukunya crime and the social structure (1983) menganggap bahwa delinkuen itu merupakan satu manifestasi dari kebudayaan remaja. Karena para remaja pelaku delinkuen ini berada pada periode transisi dimana perilaku asosialnya berhubungan dengan pergolakan hati, dan dalam kelanjutannya dianggap sebagai proses perkembangan pribadi seorang anak dalam fase perkembangannya. Sebagai sebuah proses perkembangan maka dalam internalisasinya mengandung berbagai macam aspek; kedewasaan sosial, penerimaan satu identitas kedewasaan, adanya ambisi materiil yang tidak terkendali dan kurangnya disiplin diri. Delinkuen itu sendiri sebenarnya tidak berdiri sendiri atau lepas dari pengaruh lingkungan tetapi lebih jauh delinkuen merupakan produk dari kondisi masyarakatnya (Social Life Product) dengan segala pergolakan sosial yang ada didalamnya, kemudian bermetamorfosis menjadi penyakit masyarakat (patologi sosial). Hal ini melahirkan satu bentuk pertanyaan mengapa pergolakan sosial masyarakat mempunyai efek yang berpengaruh besar dalam memainkan peranannya menstimuli perilaku delinkuen para remaja? DR. Kartini Kartono mencoba memberi jawaban dengan menjelaskan bahwa para remaja cenderung terpengaruh stimulasi sosial yang jahat. Stimulasi-stimulasi sosial ini dapat berupa; lingkungan kelas sosial, ekonomi rendah, alkoholisme dan budaya kekerasan dalam masyarakat, ketidakstabilan politik dan pergolakan sosial lainnya. Disamping hal ini, hal lain yang mempengaruhinya adalah pendidikan massal yang tidak menekankan watak dan kepribadian anak, kurangnya usaha orang tua dan orang dewasa didalam menekankan moralitas dan keyakinan beragama serta kurang ditumbuhkannya tanggung jawab sosial pada anak remaja, meskipun, motif-motif pribadi dari kejiwaan anak juga menunjang delinkuen para remaja, seperti; memuaskan kecendrungan keserakahan, meningkatnya agresifitas dan dorongan seksual, sifat manja dan mental yang lemah, hasrat berkumpul dengan peer (teman Sebaya), kecenderungan anak berimitasi, pembawaan patologis atau abnormal dari anak itu sendiri, konflik batin dan pelarian diri yang berujung pada pembelan diri yang irasional. ( DR. Kartini Kartono: Patologi sosial dan kenakalan remaja, 2002) Aspek Hukum Remaja Delinkuen Delinkuen ini dalam tataran fakta dibagi menjadi dua jenis; delinkuen sosial dan delinkuen Individual, dipandang sosiologis apabila remaja memusuhi konteks kemasyarakatan. Dimana para remaja tidak merasa bersalah apabila perbuatan yang dilakukannya tidak merugikan kelompok atau dirinya meskipun menimbulkan keresahan pada masyarakat, sedang dalam perspektif individual para remaja yang delinkuen memusuhi semua orang, baik itu orang tua, PR atau gurunya. Masyarakat akhirnya menghadapi masalah yang dilematik dalam menimbang dan memutuskan satu perbuatan anak, apakah dikategorikan sebagai tindak kriminal atau disimpulkan sebagai delinkuen. Tetapi untuk menentukannya faktor hukum pidana sebagai hukum positif mutlak diperhatikan dan pendapat para pakar hukum anglo saxon yang menentukan delinkuensi ditinjau dari hukum pidana dapat juga dijadikan acuan. Para ahli ini memandang bahwa delinkuen adalah perbuatan dan tingkah laku yang merupakan perbuatan perkosaan terhadap norma hukum pidana dan pelanggaraan terhadap norma-norma kesusilaan yang dilakukan anak remaja, disamping itu mereka juga memandang bahwa delinkuen ini dilakukan oleh offenders (pelaku kejahatan) yang terdiri dari anak (berumur dibawah 21 tahun) yang termasuk yuridiksi pengadilan anak. Dalam konteks keindonesiaan masalah delinkuen ini telah mendapat pegangan baku dalam aspek yuridis formal. Dalam hukum pidana pengaturannya tersebar dalam beberapa pasal, tetapi pasal akarnya adalah pasal 45, 46, 47 KUHP, sedang dalam KUH Perdata masalah ini diatur dalam pasal 302 dan semua pasal yang ditunjuk dan terkait. Seorang remaja yang melakukan tindakan-tindakan yang dipandang kriminal oleh masyarakat umum, harus berhadapan dengan pengadilan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum positif. Tugas seorang hakim menjadi amat mulia, karena dia harus teliti dan seksama dalam memutuskan apakah seorang anak telah mampu membedakan secara hukum akses dari perbuatannya. Apabila seorang hakim memandang bahwa seorang anak telah mampu membedakan secara hukum, maka hakim memutuskan hukum pidana kepadanya dengan pengurangan 1/3 hukuman pidana biasa atau alternatif lain anak tersebut diserahkan kepada negara untuk di didik tanpa hukuman pidana apapun, tetapi apabila anak tersebut dipandang oleh hakim belum mampu membedakan perbuatannya secara hukum maka anak tersebut dikembalikan kepada orang tua atau wali untuk diasuh tanpa hukuman pidana apapun (Drs. Sudarsono SH; kenakalan remaja, 1995) Hukuman yang diberikan pada remaja ini dimaknai sesuai dengan tujuan hukuman yaitu melindungi ketertiban umum sebagai usaha untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum. Hukum yang dikenakan bukanlah satu pembalasan dendam, para perilaku delliquen tetaplah manusia, yang satu atau lain hal menyebabkannya terperosok pada lembah perilaku yang salah. Harapan dari hal ini lebih jauh akan menimbulkan kontramotif yang merupakan satu pressing kepada jiwa. Hak menghukum atau Yuspuniendi berada dalam tangan negara. Negara lewat tangan pengadilan yang bersih adalah satu kekuatan yang mempunyai otoritas. Otoritas ini tidak berhak dimiliki masyarakat, kelompok tertentu apalagi satu sosok individu, karena sebagaimana kekhawatiran Howard B. kaplan dalam patterns of Juvenille delinquency (1984), lingkungan sosial dalam merespon satu tindakan delinkuen ini kadangkala didasarkan pada karakteristik sosial pelakunya, satu tindakan delinkuen dari satu ras atau kelompok sosial tertentu akan lebih mudah dijatuhi hukuman yang keras dibandingkan apabila perbuatan ini dilakukan oleh ras atau kelompok yang lain. Dalam konteks ini perlakuan masyarakat terhadap perilaku delikuen bersifat diskriminatif sebagai olahan atas interpretasi ketidak sukaan terhadap ras atau kelompok sosial tertentu. Lebih jauh dalam perkembangan kekinian negara adalah pemegang kendali dalam pemasyarakatan. Wacana multikulturalisme yang menawarkan kesetaraan dalam hak, kewajiban dan hukum bagi setiap anggota masyarakat, dengan kata lain negara adalah wadah yang mengakomodir dua hal yang menjadi pandangan krusial: kesetaraan dalam perbedaan sehingga mampu menekan konflk sosial baik horizontal ataupun vertikal yang terjadi dalam masyarakat. Apalagi dalam konteks keindonesiaan yang tingkat heterogenitasnya sangat tinggi. Hal inilah yang membuat kekuasaan mutlak negara memegang peranan penting sebagai penyeimbang atau faktor yang dapat berdiri netral. (Neutral and Balancing Factors) Upaya Resosialisasi Pelaku Delinkuen Membuang pelaku delikuen atau menjauhkannya adalah satu tindakan yang tidak bijak ditinjau dari segi manapun, satu kesalahan yang dilakukan remaja tidak berarti menjadikannya seseorang yang dipandang bukan lagi manusia, dia tetap menusia sempurna yang mempunyai hak dan kewajiban sebagai makhluk mulia. Satu hal yang pasti adalah usaha untuk melakukan sosialisasi kembali remaja delinkuen untuk kembali ke lingkungan sosial masyarakatnya mutlak diperlukan. Setidaknya terdapat tiga buah upaya resosialisasi remaja delinkuen: Yang pertama adalah pendidikan, sebuah upaya untuk menjadikan seorang remaja memahami fungsinya sebagai bagian dari lingkungan sosial, Pendidikan juga berfungsi menanamkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan pada diri anak, disamping itu pendidikan mencoba untuk membentuk nilai-nilai remaja agar sesuai dengan nilai-nilai orang dewasa dan mengembangkan keterampilan sosial dan kecakapan sosial. Pendidik memegang peranan penting dalam menyukseskan misi ini, pendidik dipandang sebagai dinamisator dan motivator perkembangan mental remaja, agar sesuai dengan harapan masyarakatnya (The Ideal Society Hope) dengan melaksanakan tugas-tugas perkembangan yang diamanatkan lingkungan sosial kepada para remaja. Pendidik juga berperan dalam membangun sistem kepercayan, penghargaan dan ketetapan yang terjadi dibawah sadar para remaja tentang tindakan yang benar dan yang salah, untuk memastikan satu individu berusaha sesuai dengan harapan masyarakat, hal ini sesuai yang dikatakan Philip G. Zimbardo dalam Psycology and Life ( 1985) tentang nilai-nilai moral (Morality) Yang kedua adalah mengembangkan dinamika kelompok, Prof. Monk, Prof. Knoers dan DR. Sri Rahayu dalam Psikologi perkembangan (1982) mengatakan masa remaja adalah fase perantara untuk anak dalam memasuki dunia nyata dan menunaikan tugas sosial, mengutip perkataan Futler, yang meninjau dari sudut pandang fenomenologis mereka mengutarakan bahwa masa tingkah laku moral yang sesungguhnya baru akan timbul pada masa remaja sebagai periode masa muda yang harus dihayati untuk dapat mencapai tingkah laku moral yang otonom, eksistensi muda sebagai keseluruhan merupakan masalah moral yang dalam hal ini harus dilihat sebagai hal yang bersangkutan dengan nilai-nilai. Erikson (1964) menambahkan bahwa identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa perannya dalam masyarakat. Berdasarkan hal ini maka para remaja sebenarnya memahami nilai-nilai yang ada dalam masyarakatnya dan mampu melaksanakannya untuk kemudian diinternalisasikan menjadi nilai-nilai kepribadian. Perkembangan ke arah ini tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan hanya melalui hubungan dan pergaulan dengan komponen-komponen yang lain. Semua orang tanpa kecuali hidup di beberapa kelompok, mulai dari keluarga, kelompok sebaya, kelas dan kelompok lain-lainya. Setiap kelompok itu mempunyai tujuan-tujuan tertentu, yang kadangkala tercapai tujuannya tetapi kadangkala juga tidak, dalam hal ini kelompok sebaya merupakan perantara yang penting bagi para remaja seperti argumentasi dari Horrocks dan Benimof (1966) dimana kelompok ini merupakan dunia nyata yang menyiapkan panggung dimana remaja dapat menguji diri sendiri dan orang lain, didalam kelompok sebaya remaja merumuskan dan memperbaiki dirinya. Disinilah ia dinilai oleh orang lain yang sejajar dengan dirinya dan yang tidak memaksakan sangsi-sangsi dunia dewasa yang justru ingin dihindarinya. Kelompok sebaya memberikan sebuah dunia yang dapat melakukan sosialisasi dalam suasana dimana nilai-nilai yang berlaku bukanlah nilai-nilai yang ditetapkan oleh orang dewasa melainkan oleh teman-teman seusianya. Jadi, didalam masyarakat sebaya inilah remaja memperoleh dukungan untuk memperjuangkan emansipasi dan disitu pulalah ia dapat menemukan dunia yang memungkinkannya bertindak sebagai pemimpin apabila ia mampu melakukannya. Kecuali itu, kelompok sebaya merupakan hiburan utama remaja, untuk itulah keterlibatan merupakan suatu hal yang krusial bagi remaja, Karena remaja merupakan bagian dari masyarakat yang hidup didalamnya. Terkadang memang terjadi ketegangan atau pertentangan antara pribadi remaja dengan masyarakatnya, maka disinilah dinamika kelompok berperan menjembatani remaja dalam memperkuat pribadinya untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Dalam kelompok ini remaja bergaul dengan orang lain, tumbuh menjadi dewasa melalui interaksi dan akhirnya berkembang menjadi manusia yang utuh. Dan yang ketiga adalah keterampilan, secara psikologis menurut piaget (1969) masa remaja adalah usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurang nya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif. Kurang lebih berhubungan dengan masa puber, termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. Tranformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkan remaja untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa. Sebagai anggota masyarakat para remaja memerlukan ketrampilan untuk sandaran masa depan, dengan keterampilan yang dimilikinya diharapkan para remaja memahami perkembangan yang terjadi dalam masyarakatnya dan aktif mendorong kemajuan masyarakatnya, para remaja ini mampu berpartisipasi dan berperan aktif dalam pembangunan. Meluasnya kesempatan untuk melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan dilingkungan sosial menjadikannya memiliki wawasan sosial yang semakin baik, dan bila ini terus berlanjut akan menambah keterampilan dan memperbesar partisipai sosial, ini berarti semakin memperbesar kompetensi sosial remaja yang pada akhirnya akan mengeliminir remaja menjadi kelompok yang pasif (Pasif Community) yang kekosongan waktunya ini dapat membuatnya melampiaskan kekecewaan jiwa pada masyarakatnya. Penutup Para remaja pada dasarnya masih mempunyai rentang kehidupan yang jauh, masih ada sisa-sisa zaman yang harus di isi oleh para remaja. Perilakunya merupakan masalah yang kompleks dari interaksi dengan masyarakat, ia merupakan akumulasi dari kompleksitas masalah-masalah sosial masyarakat yang didiaminya. Bahkan secara lebih lanjut adalah perpanjangan dari konflik dan gejolak politik, terlalu naif bila perilaku ini hanya dilimpahkan kepada para remaja dan dunia pendidikan karena banyak aspek yang terkait didalamnya. Kesalahan para pemaja seharusnya tidak lantas melemparkannya dari hakikat-hakikat insaniahnya sebagai makhluk mulia dan bermartabat, upaya penerimaan kembali masyarakat adalah tuntutan obyektif yang tidak mungkin kita nafikan bila prilaku delinkuen ini ingin kita carikan solusi. Karena proses resosialisasi merupakan salah satu kedewasaan masyarakat untuk kembali belajar mendialogkan persoalan ini. Negara sebagai pemegang kebijakan harus bertindak tegas dan bijaksana untuk meredam dan mengeliminir budaya kekerasan yang akhir-akhir ini menjadi eforia di masyarakat Indonesia |
Diposting oleh
Vennytry
di
20.30
0
komentar
Kamis, 22 September 2011
Pasti Bisa
Tak tahu menahu kenapa semuanya bisa seperti ini.. kadang aku merasa risi dan susah menghadapi semuanya. Namun, aku harus bagaimana ?Kemyataan.. aku harus bisa hadapi semuanya... Dengan doa apapun bisa terwujud.
Ya aku pasti bisa dan mampu hadapi semua masalah yang akan datang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Aku pasti bisa !!!
Hari ini harus lebih baik dari hari yang lalu. SEMANGAT !
Diposting oleh
Vennytry
di
16.45
0
komentar
Rabu, 21 September 2011
Tentang Blog
Blog merupakan singkatan dari web log[1] adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Daftar isi[sembunyikan] |
[sunting] Sejarah
Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam,dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis, . Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.
Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.
[sunting] Komunitas Blogger
Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari [para blogger] berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.Untuk bisa bergabung di komunitas blogger, biasanya ada semacam syarat atau aturan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk di komunitas tersebut, misalkan berasal dari daerah tertentu.
[sunting] Jenis-jenis blog
- Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye).
- Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat, dan perbincangan teman.
- Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu.
- Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.
- Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).
- Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
- Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
- Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).
- Blog media: Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi
- Blog agama: Membahas tentang agama
- Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.
- Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.
- Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.
- Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka
- Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek diluar manusia; seperti anjing
- Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)
[sunting] Budaya populer
Ngeblog (istilah bahasa Indonesia untuk blogging) harus dilakukan hampir setiap waktu untuk mengetahui eksistensi dari pemilik blog. Juga untuk mengetahui sejauh mana blog dirawat (mengganti template) atau menambah artikel. Sekarang ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di Internet.[rujukan?] Dan masih bisa berkembang lagi, karena saat ini ada banyak sekali software, tool, dan aplikasi Internet lain yang mempermudah para blogger (sebutan pemilik blog) untuk merawat blognya.selain merawat dan terus melakukan pembaharuan di blognya, para blogger yang tergolong baru pun masih sering melakukan blogwalking, yaitu aktivitas dimana para blogger meninggalkan link di blog atau situs orang lain seraya memberikan komentar. Beberapa blogger kini bahkan telah menjadikan blognya sebagai sumber pemasukan utama melalui program periklanan AdSense, posting berbayar, jualan link, afiliasi dan lain-lain. Sehingga kemudian muncullah istilah profesional blogger, atau problogger, orang yang menggantungkan hidupnya hanya dari aktivitas ngeblog.[rujukan?] karena memang faktanya banyak chanel-chanel pendapatan dana baik berupa dolar maupun rupiah dari aktivitas ngeblog ini.[sunting] Risiko kejahatan
Karena blog sering digunakan untuk menulis aktivitas sehari-hari yang terjadi pada penulisnya, ataupun merefleksikan pandangan-pandangan penulisnya tentang berbagai macam topik yang terjadi dan untuk berbagi informasi - blog menjadi sumber informasi bagi para hacker, pencuri identitas, mata-mata, dan lain sebagainya. Banyak berkas-berkas rahasia dan penulisan isu sensitif ditemukan dalam blog-blog. Hal ini berakibat dipecatnya seseorang dari pekerjaannya, diblokir aksesnya, didenda, dan bahkan ditangkap.[sunting]
Diposting oleh
Vennytry
di
16.45
0
komentar
Senin, 19 September 2011
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
- Menurut Eric Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of Information Technology, Glasgow,UK,1991
“Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic (and microelectronic) means.”
Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of hardware and software for these tasks for the benefit of individual people and society as a whole”
Dari penjelasan di atas : kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks social yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan. Bagaimana implikasinya agar dapat menguntungkan secara individual dan masyarakat secara keseluruhan tidak didifinisikan secara lebih khusus. - Information Technology in the National Curriculum, England and Wales, 1995
“Information technology (IT) capability is characterized by an ability to use effectively IT tools an information source to analyse, process an present information, and to model, measure an control external events.
This Involve :
· Using information sourcxes and IT tools to solve problems
· Using it tools and information source, sich as computer systems and software packages, to support learning in variety contexts;
· Understanding the implication of IT for working life and society.
Pupils should be given opportunities, where appropriate, to develop and apply their IT capability in their study of National Curriculum subjects.”
Dari penjelasan di atas : nampaknya terdapat acuan kemampuan TIK yang hendak dicapai dan system nilai dalam bekerja pada kehidupan sehari-hari yang hendak dibelajarkan, seperti nilai apa yang perlu dikembangkan dalam suatu system social masyarakat berkenaan dengan kemampuan menggunakan TIK - Menurut Puskur Diknas Indonesia th …..
a. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
i. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. ii. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
b. Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media - Menurut anatta sannai, Jakarta Indonesia, 2004
Teknologi Informasi dan komunikasi adalah sebuah media atau alat bantu dalam memperoleh pengetahuan antara seseorang kepada oranglain
Diposting oleh
Vennytry
di
23.41
0
komentar
Rabu, 14 September 2011
Indahnya Semangat
Dalam kehidupan ini penuh dengan cobaan, rintangan, dan halangan yang kapanpun akan datang.
Kita harus bisa menghadapi semuanya dengan keikhlasan yang tulus dari hati.
Tanpa itu semua masalah takkan bisa terselesaikan dengan baik.
Kita tak pernah tahu cobaan itu kapan akan menghampiri hidup kita.
Maka dari itu dimana pun kita berada kondisi apapun yang sedang kita hadapi hanya sebuah keikhlasan yang bisa mengobatinya. Yakin dan percaya pada sebuah keikhlasan dan kesabaran.
Semua masalah kan reda dengan sendirinya...
Diposting oleh
Vennytry
di
20.50
0
komentar
Puisi
| ||
Hingga detik inipun,Kamu tak berhenti menyayangiku…
Tak pernah berhenti setiap waktu,Kamu mengatakan Cinta padaku…
Meskipun hari telah larut,Kamu tak letih menunggu…
Setiap kali kulakukan kesalahan,Kamu tetap sabar menjagaku…
Saat Aku lupa akan perhatianmu,Kamu masih ada disitu menemaniku…
Dan ketika Aku Rindu,untuk bersamamu,Kamu memelukku…
Aku…
Sangat mencintaimu…
Sampai kapanpun…
Hingga Kamu tak memiliki rasa lagi padaku…
Aku…
Terlalu mencintaimu…
Sampai kapanpun…
Hingga Kamu menerima Cincin itu di jemarimu…
Diposting oleh
Vennytry
di
16.44
0
komentar